3a11d289f92d5ae9a3ba3368ae67fee0
Tips

Near Miss Adalah : Penyebab, Pencegahan, Konsekuensi, dan Penyelidikan

Near miss adalah kejadian atau situasi saat suatu kecelakaan hampir terjadi, namun berhasil dihindari. Pada konteks keamanan dan kesehatan kerja, near miss bisa terjadi di tempat kerja saat ada potensi bahaya atau risiko kecelakaan yang terdeteksi dan hampir terjadi, namun dapat dicegah atau dihindari sebelum terjadi. Near miss bisa disebut sebagai peringatan atau tanda-tanda potensi bahaya atau risiko yang lebih serius di tempat kerja. Karena itu, near miss biasa dipelajari dan dilaporkan untuk membantu meminimalisir kecelakaan atau kejadian yang lebih serius di masa depan.

Daftar Isi

Penyebab near miss

Near miss bisa disebabkan oleh bermacam faktor, sesuai pada keadaannya. Beberapa faktor yang bisa mengakibatkan near miss di tempat kerja antara lain:

  • Kesalahan manusia: Salah satu penyebab utama near miss yaitu kesalahan manusia, misalnya kurang perhatian atau tidak hati-hati saat menjalankan tugas atau prosedur tertentu.
  • Minimnya pelatihan atau pengalaman: Minimnya pelatihan atau pengalaman bisa membuat pekerja tidak siap untuk menangani keadaan yang muncul di tempat kerja, meningkatkan resiko terjadinya near miss.
  • Keadaan lingkungan: Keadaan lingkungan misalnya cuaca buruk, pencahayaan yang buruk, atau kebisingan yang tinggi bisa mempengaruhi performa pekerja dan meningkatkan resiko near miss.
  • Perilaku berisiko: Pekerja yang termasuk dalam perilaku berisiko seperti berbicara pada telepon seluler ataupun mengabaikan tanda peringatan bisa mengakibatkan near miss.
  • Kegagalan sistem atau peralatan: Kegagalan sistem atau peralatan bisa mengakibatkan near miss, misalnya kegagalan mesin atau peralatan keselamatan yang tidak berfungsi dengan baik.

Penting untuk mencari tahu dan mengatasi penyebab near miss untuk meminimalisir kecelakaan atau kejadian yang lebih serius di masa depan. Karena itu, melaporkan dan mempelajari near miss di tempat kerja sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan kerja.

Cara Mencegah Near Miss

Near miss bisa dicegah dengan mengambil tindakan yang sesuai untuk meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan atau kejadian di tempat kerja. Beberapa cara untuk meminimalisir near miss di tempat kerja antara lain:

  1. Pelatihan dan pendidikan: Pekerja perlu dilatih dan diberi pendidikan perihal tindakan keselamatan, peraturan, dan prosedur di tempat kerja untuk meminimalisir terjadinya near miss.
  2. Identifikasi risiko: Resiko perlu diidentifikasi dan dievaluasi secara teratur, sehingga tindakan preventif bisa diambil sebelum terjadinya near miss.
  3. Pemeliharaan peralatan dan sistem: Peralatan dan sistem di tempat kerja perlu dirawat secara rutin dan dicek keandalannya, sehingga kegagalan sistem atau peralatan bisa dicegah.
  4. Pengawasan dan pengawalan: Pengawasan dan pengawalan wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa pekerja mengikuti peraturan dan prosedur yang telah ditentukan.
  5. Penggunaan peralatan keselamatan: Peralatan keselamatan misalnya helm, sepatu keselamatan, dan alat pelindung diri lainnya wajib digunakan dengan benar untuk meminimalisir terjadinya near miss.
  6. Pelaporan near miss: Near miss perlu dilaporkan dan dipelajari untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian yang lebih serius di masa depan.

Dengan mengambil tindakan preventif dan menerapkan tindakan pencegahan yang sesuai, near miss bisa dicegah di tempat kerja, sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

Konsekuensi dari Near Miss

Konsekuensi dari near miss bisa bervariasi, sesuai pada situasi dan seberapa dekat kecelakaan atau insiden nyata terjadi. Beberapa konsekuensi yang bisa saja terjadi akibat near miss antara lain:

  • Kecemasan dan trauma: Near miss bisa mengakibatkan stres dan kecemasan pada pekerja yang terlibat, yang bisa mempengaruhi performa mereka di tempat kerja dan kesejahteraan psikologis mereka.
  • Kerusakan fisik dan materi: Near miss bisa menyebabkan kerusakan pada fisik atau materi jika ada peralatan atau benda yang terlibat dalam insiden tersebut.
  • Biaya dan waktu: Near miss bisa mengeluarkan biaya dan waktu yang signifikan dalam investigasi dan tindakan pencegahan, dan juga potensi kerugian finansial yang bisa muncul akibat insiden tersebut.
  • Gangguan produksi: Near miss bisa mengacawkan produksi di tempat kerja dan mengurangi produktivitas pekerja.
  • Kehilangan reputasi: Near miss yang terjadi di tempat kerja bisa merusak reputasi perusahaan di mata publik dan pelanggan.

Dan karena itu, penting untuk melaporkan near miss dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan atau kejadian yang lebih serius di masa depan. Dengan mencegah near miss, dampak buruk yang dapat terjadi bisa di minimalisir atau bahkan dijauhi sama sekali.

Bagaimana near miss bisa diselidiki?

Near miss atau kejadian hampir terjadi adalah kejadian yang hampir mengakibatkan kecelakaan atau kerugian yang cukup serius, Namun, akhirnya bisa dihindari. Near miss dapat menjadi peluang untuk meminimalisir kecelakaan yang lebih serius di masa depan.

Untuk menyelidiki near miss, langkah-langkah berikut bisa dilakukan:

  1. Identifikasi kejadian near miss: Awali dengan mengidentifikasi kejadian near miss yang terjadi. Pastikan bahwa semua fakta perihal peristiwa terdokumentasi dengan baik.
  2. Evaluasi risiko: Evaluasi risiko merupakan langkah penting dalam menyelidiki near miss. Identifikasi semua potensi resiko yang termasuk dengan kejadian dan lihat kemungkinan dampaknya.
  3. Analisis akar penyebab: Setelah mengidentifikasi risiko, kemudian menganalisis akar penyebab kejadian near miss. Identifikasi faktor-faktor yang memunculkan kejadian dan cari tahu mengapa itu bisa terjadi.
  4. Rekomendasikan tindakan pencegahan: Setelah menentukan akar penyebab kejadian, bikin rekomendasi tindakan pencegahan. Tindakan yang direkomendasikan wajib mengurangi kemungkinan kejadian serupa terjadi di masa depan.
  5. Belajar dari pengalaman: Penting untuk belajar dari pengalaman near miss dan menerapkannya saat proses bisnis atau operasional. Pastikan bahwa semua tindakan pencegahan yang disarankan dijalankan dan diawasi secara rutin.
  6. Berbagi hasil penyelidikan: Terakhir, pastikan bahwa hasil penyelidikan near miss disebarkan kepada semua pihak yang terlibat, baik itu manajemen, staf, atau karyawan. Hal ini sangat membantu meminimalisir kejadian yang sama terjadi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *