Metodologi DevOps

Secara garis besar Development and Operations mencakup beberapa langkah yaitu Build, Test, Release, Monitor, dan Plan.

Metodologi DevOps

Semua langkah ini bersifat berkesinambungan dan saling mempengaruhi. Untuk penjelasan lengkapnya, Anda bisa membaca penjelasan di bawah ini.

1. Build

Langkah awal yang dilakukan dalam pengembangan aplikasi adalah membuat sistem yang akan dijalankan. Dalam membuat sistem, biasanya Anda akan menuliskan struktur bahasa pemrograman yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Anda bisa membuat beberapa fitur pada proses build sebelum di ujicoba.

2. Test

Langkah kedua adalah melakukan uji coba hasil pengembangan aplikasi. Biasanya uji coba dilakukan seperti A/B testing yang bertujuan untuk mengetahui kelemahan dan kelayakan aplikasi sebelum diluncurkan kepada pasaran. Biasanya faktor yang dilihat dari uji coba aplikasi adalah ada tidaknya bug, waktu respon aplikasi, hingga workload.

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan berdasarkan hasil uji coba, aplikasi akan diperbaiki dan disempurnakan sebelum diluncurkan kepada pasar.

3. Release

Langkah ketiga adalah meluncurkan aplikasi yang telah siap kepada pasar. Setelah semua masalah dalam uji coba diperbaiki, Anda bisa meluncurkan aplikasi tersebut melalui beberapa kanal yang disediakan untuk meningkatkan pengguna aplikasi tersebut.

4. Monitor

Setelah aplikasi diluncurkan, langkah selanjutnya adalah melakukan monitoring terhadap aplikasi tersebut. Anda harus memperhatikan respon kerja, beban kerja, hingga pengalaman user terkait tampilan yang diberikan. Semua informasi tersebut digunakan untuk memperbaiki sekaligus mengembangkan aplikasi yang diluncurkan.

5. Plan

Setelah mendapatkan informasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan pengembangan, perbaikan, dan pembaharuan fitur. Setelah semua informasi mengenai masalah yang dihadapi oleh user lengkap, Anda bisa mulai merencanakan pembuatan fitur-fitur tersebut.

Langkah-langkah di atas dilakukan secara berkesinambungan dan cepat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dari penggunaan aplikasi sehingga para pengguna merasa betah untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Kelemahan ERP

Meskipun sistem ini memiliki banyak kelebihan, namun dalam pelaksanaannya masih memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini kelemahan sistem Enterprise Resource Planning yang perlu Anda tahu...
Dira Deistya
27 sec read

Kelebihan ERP

Dengan munculnya sistem ERP-I dan ERP-II, maka pengelolaan dan pengolahan bisnis menjadi lebih baik. Berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki oleh sistem Enterprise Resource...
Dira Deistya
1 min read

Perkembangan ERP

Pada mulanya proses perencanaan sumber daya usaha berawal pada tahun 1960an dengan konsep perencanaan dan manajemen hanya berlaku pada sektor inventaris dan kontrol di...
Dira Deistya
45 sec read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *